0
18 Jan


Namaku Tio, sekarang aku tengah melanjutkan studiku di Kedokteran Spesialis Syaraf. Umur baru 24 tahun, terbilang Muda untuk meraih gelar dokter. Aku tidaklah mahasiswa yang pandai, Namun tekat dan usahakulah yang membuatku mudah meraih gelar dokter tersebut. Tekat untuk segera mengakhiri Studiku dan tekat untuk membuatku sukses sehingga aku dapat melamar gadis yang selama 8 tahun aku cintai, gadis yang selama 5 tahun tak kunjung aku temui, gadis yang aku rindu. Dialah yang membuatku sukses meraih gelar dokter. Sekarang aku bekerja disalah satu Rumah sakit ternama dikotaku. Aku memiliki gaji yang lumayan besar. Semua telah aku punya. Hidupku bisa dikatakan mapan, namun dalam urusan wanita aku tidaklah pandai. Dulu sekita masih duduk dibangku SMA,aku pernah mencoba untuk berpacaran,,hanya sekedar iseng, namun tak bertahan lama, karena aku tak sanggup menjalani hubungan dengan wanita yang aku tak sukai. Banyak alasanku untuk tidak mendekati wanita yang aku sayangi, namun hanya satu alasan terkuatku, aku hanya ingin menjadikannya halal bagiku. Dan karena itu aku terus berusaha untuk menjadi orang sukses aggar aku bisa membawanya kepelabuhan terakhirku. Aku tau dia juga menaruh hati padaku, namun aku tak ingin menunjukan semuanya. Sampai pada akhirnya aku terlambat untuk menjadikannya permaisuri terakhirku, aku terlambat. Menyisakan luka yang amat mendalam bagiku. Luka yang tak kunjung sembuh sejak dua tahun yang lalu. Aku masih berharap menjadikannya pelabuhan terakhirku. Cintaku masih teramat besar padanya. ah, dia telah menjadi milik orang. Semua ini salahku. Begitu bodohnya aku yang merelakannya begitu saja... Sekarang aku tak tau harus bagaimana, luka itu makin mengoyak hatiku.. membuatku haus akan cintannya. Ini memang salahku. Apa dayaku kini. Aku mencintaii seseorang yang tak mungkin aku miliki. Cinta yang sejak 8 tahun aku simpan didalam hati. Cinta yang membuatku menjadi seseorang yang sukses. Namun Tuhan tidak menjodohkan kami. Luka itu membawaku kemasa lalu, masa yang begitu indah bagiku. Masa saat aku mengenal cinta pertamaku ? ? ? Gadis itu bernama Vea. Gadis yang membuatku mulai mengenal cinta. Wajahnya yang manis memberikan aku keteduhan ketika memandangnya. Aku masih belum terlalu mengenal cinta, ketika itu umurku baru menginjak 16 tahun ketika aku mulai mengenalnya. Entah berawal dari mana aku mulai mengetahuinya, seakan Tuhanlah yang mempertemukan kita. Aku hanya tau namanya, aku tak berani mengajaknya berkenalan. Cukuplah hanya memandang wajahnya membuatku bahagia. Vea tinggal di sebuah kota, dekat dengan tempatku menuntut ilmu, setiap hari aku bisa memandang wajahnya, melihat senyumnya, seakan ia memiliki pancaran cahaya dari wajahnya sehingga membuatku sangat tenang kentika memandangnya. Namun, mungkin dia belum menyadari bahwa aku sering memperhatikannya, ah aku telah mengotorinya walau hanya dengan memandang wajahnya saja. Sebenarnya aku ingin melupakannya, aku begitu teramat takut mengajaknya berkenalan secara langsung, aku tak mau mengotori jemarinya, aku tak mau membuatnya kotor karena cintaku padanya. Setahun sudah berlalu, menyisakan kenangan indah walau aku sendiri tak tau kenangan appa yang menjadikan hari-hariku Indah. Kini aku duduk di bangku SMA kelas 2. Pagi yang cerah, aku datang lebih awal dari biasanya, menanti kehadirannya, melihatnya membuatku sangat bahagia. Ah, aku benar-benar merasa dilangit ketujuh... dari balik pepohonan kulihat kedatangannya, senyumnya merekah, begitu manis, sungguh manis, dia berdiri dihapanku, seakan dia sadar aku memperhatikannya. Dia melihatku dengan tatapan yang sulit aku mengerti, namun begitu berarti, seakan menceritakan bahwa dia juga mencintaiku. Aku tak malu lagi menampakan diriku. Aku mulai mencari makna dari matanya, dia tersenyum. Aku merasa benar-benar bahagia. Namun kebahagianku tak lama,, sahabatku Tomi memberi tauku bahwa dia juga mencinta Vhea, ah hatiku sungguh terpukul. Dia selangkah lebih awal mendekati vhea, dia sudah mulai mencari tau nomer Hp Vhea. Aku harus bagaimana, sahabatku ataukah cintaku.? Aku sungguh bingung, bergelut dalam rasa yang tak mudah ku mengerti ? ? ? Waktu begitu cepat beralalu, 1 tahun sudah semenjak aku tau sahabatku juga menaruh hati padanya, aku mulai menyimpan rasa ini, menguburnya kedasar hatiku, biarlah hanya aku yang tau rasa ini, biarlah aku yang terluka aku tak ingin menyakiti sahabatku. Dan semenjak 1 tahun yang lalu, aku mulai menghindar darinya, namun tak lantas membuatku berhenti mencintainya, semakin kemenjauh darinya semakin cinta ini begitu besar untukknya, aku takut, takut tak bisa mengendalikan emosiku, takut aku kan melukai sahabatku. Aku sangat takut. Cinta ini sungguh benar-benar membuatku gila, sangat gila. Aku tak bisa melupakanya. Aku mencoba untuk menjalin hubungan dengan wanita lain, namun aku belum bisa melupakannya. Dia cinta pertamaku, sulit untuk aku membuang cinta ini begitu saja. Padahal banyak gadis yang mendekatiku, namun aku selalu menolak, tak ingin menjalin sebuah hubungan dengan siapapun kecuali gadis manisku itu. Cinta ini benar-benar membuatku gila, cinta ini membuatku haus karenanya, membuatku hatiku mengaga karena merindukannya. Aku ingin sembuh dari semua ini. Aku sudah tak sanggup lagi. Malam yang cerah, namun tak secerah hatiku, hatiku galau memikirkan gadis yang aku cintai. Tak bisa berfikir apa-apa, aku ingin segera mengakhiri studiku agar aku tak bertemu dengannya lagi, agar rasa sakitku bisa terobati sedikit demi sedikit, mungkin dengan cara itu aku bisa melupakannya. Saat aku asyik dengan kesendirianku, tiba-tiba Tomi datang, menganggetkanku “Tom,,, tumben....” Tanyaku “To the poit aja Yo,,, aku sudah nembak Vhea...” “Trus “ tanyaku penasaran bercampur dengan rasa takut “Dia nolak aku...” ujarnya kecewa “ kenapa “ tanyaku penasaran “ dia mencintai orang lain...” “ siapa ‘”? tanyaku “Kamu.....” Jawab Tomi sambil memandangku “Aku,,,,?” tanyaku terbata-bata Hatiku sungguh girang bukan main, namun aku benar-benar takut, Tomi akan kecewa denganku. Aku sedih melihat sahabatku sedih. “Maaf Tom, aku gag bermaksud, aku memang mencintai Vhea, namun aku tak ingin kamu tau hatiku sesunggunya,,, sampai saat ini aku masih mencintainya..” ujarku menjelaskan Tomi hanya tersenyum “So, tunggu appa lagi kawan, tembak dia.....” bujuk Tomi “aku gag bisa Tom, Pegang janjiku, aku akan melamarnya 6 tahun lagi, setelah aku sukses menjadi seorang dokter “ ujarku berapi-api” “Inii baru sobatku...”Ujar Tomi menyemangatiku. ? ? ? Waktu terus berlalu, kini aku telah menyelesaikan Studiku di bangku SMA, dan aku meninggalkan gadis yang aku cintai tanpa adanya janji, tanpa adanya salam perpisahan, tanpa adanya komunikasi. Ini sekedar aku lakukan untuk melihat sebagaimana dia menungguku. Ah semoga saja cintanya padaku setulus cintaku padanya. semoga dia tetap menungguku, karena aku yakin aku akan datang menemuinya, karena aku yakin Tuhan telah membuat rencana yang sangat indah untuk kita “Tenaglah sayang...” gumanku ? ? ? 4 tahun sudah berlalu, aku benar-benar berusaha begitu keras untuk cepat menyelesaikan studiku ini, agar aku bisa secepatnya membawa gadis pujaanku kepelabuhan terakhirku. Ah tak sabar aku, serasa waktu begitu lambat berlalu. Aku duduk dicafe tempat biasaku menghabiskan waktuku, tuk sekedar mengisi waktu luang atau untuk sekedar menyelesaikan skripsiku. Tiba-tiba Tomi datang menghampiriku, melihatnya ada guratan kemaharan diwajahnya. “ Adda appa ini...’?” batinku “Tio, Lihat ini,,” ujarnya sembari menyerahkan Hpnya yang berisi SMS dari Vhea Aku membacanya dengan saksama Tomi aku mohon, beritaukan pada Tio, aku sungguh mencintainya. Sangat mencintainya, tanyakan kepastian akan cintanya agar aku bisa menunggunya. Tomi, aku dilamar oleh orang yang tak pernah aku inginkan, beritau Tio akan hal ini,, jika dia memang mencintaiku,, aku akan menolak lamaran tersebut, namun jika dia tidak mencintaiku akan akan menerima lamaran itu. Mohon sampaikan secepatnya. Aku selesai membaca. Aku tak tau harus bagaimana, aku belum bisa melamarnya sekarang. Penghasilanku belum cukup dan aku belum siap. Aku benar-benar bingung. Aku menyodorkan kembali Hp milik Tomi “Bagaimana ?“ tanyanya “Aku tak tau...” Jawabku singkat “Appa maksdmu tak tau Tio...apa kamu rela membiarkan wanita yang kamu cintai menikah dengan orang lain..” Tanya Tomi mulai marah “Aku belum siap untuk menikahinya...” jawabku singkat “Dia tak menyuruhmu menikahinya sekarng, dia hanya menanyakan kepastian cintamu, dia akan menunggumu....” emosi Tomi “apalagi yang kau tunggu Yo, kau sudah mempunyai pekerjaan, gelar doktermu akan segera kau raih, apalagi yang kau tunggu? “ “aku tak tau Tom, jangan paksa aku” bentaku “Oh,,, gini cara kamu yo, seandainya aku gag mikirn perasaan kamu, aku sudah mengajak Vhea menikah, apalagi yang aku tunggu, aku sudah memiliki penghasilan,, seandainya kamu tidak mencintainya, aku akan membawanya yo, namun kalian saling mencintai, apa dayaku “ bentak Tomi sambil memukul meja. Aku hanya diam melihat Tomi yang begitu marah padaku. “oke kalau begitu, aku harus bilang apa pada Vhea? “ tak taulah Tom, katakan selamat padanya...” Ujarku, setan mana yang merasukiku ketika aku mengatakan hal tersebut. Sunggu aku tak menyadarinya. “Oh begitu ya...”Ujar Tomi sambil meninggalkanku begitu saja Aku sunggu menyesal, tak tau harus berbuat appa, aku belum siap untuk menemuinya. Aku belum siap untuk berjanji padanya. ah aku tak tau harus berbuat apa. Luka yang aku buat sendiri makin membesar. Bulan telah berganti, luka yang dulu aku buat sendiri makin terkoyak ketika aku mendengar kabar pernikahannya. Aku sunggu menyesal, kini wanita yang aku cintai sudah menjadi milik orang. Luka ini sunggu sulit tuk mengering, bahkan tak bisa mengering sama sekali. Aku tak sanggup menghadapi semua kebodhanku. Andai saja waktu itu aku memberi kepastian akan cintaku, mungkin tak akan berakhir seperti ini. Mungkin dia telah menjadi miliku seutuhnya. Ah penyesalan memang selalu datang belakangannya. Sulit tuk aku pungkiri bahwa aku telah kehilangannya. Tuhan memang tak manakdirkan kami untuk bersatu. ? ? ? Tittttttt.... Dering sms seketika membangunkanku dari masa laluku yang membuatku terluka hingga sekarang. Luka yang belum juga sembuh selama 2 tahun. Luka yang masih begitu basah. Membuat hatiku kian pilu. Membuatku rindu akan senyumnya. SMS dari Tomi, “Kamu dimana?”” “DICafe biasa” balasku “Tunggu Aku disana, 30 menit lagi aku tiba..” “oke “ Ada harapan ketika aku membaca sms itu, harapan Tomi akan membawa Vhea kehadapanku. Ah itu mustahil, Vhea sudah menjadi milik orang lain dan itu tak akan mungkin, namun aku masih tetap berharap kedatangannya, menemuiku. Sulit untuk aku mengerti perasaan ini. Pernah aku berfikir untuk menemui Vhea, mengajaknya menikah, meninggalkan suaminya. Entah setah mana yang merasukiku, namun seketika aku tepis. Itu mustahil aku lakukan, aku tak ingin merusak kebahagia Vhea. Ah luka ini benar-benar membakar seluruh jiwaku. 30 menit berlalu. Tomi datang tepat waktu, senyumnya merekah. “adda appa kamu senyum-senyum “ tanyaku penasaran “Ada yang mau aku kenalin sama kamu...” ujaarnya semangat “siapa’ ?”tanyaku malas “Vhe,,, masuk....” Panggilnya Seketika aku menoleh kearah pintu, jantungku berdetak tak karuan, ada perasaan yang entah datang dari mana, aku melihatnya, terkejut. Wanita yang selama ini aku cinta ada dihadapanku. Menangis, didepanku. Aku tak kuasa melihatnya. Tak tau harus berbuat apa, aku ingin menghapus air matanya,namun aku takut, aku tak ingin menyentuhnya karena dia belum menjadi halal bagiku. “Vhea,,,, bukannya kamu telah menikah...” tanyaku ter bata-bata “Aku masih menunggumu Tio, aku masih mencintaimu.Tomi menceritakan semuanya. Bahwa kamu masih mencintaiku, dan aku terus tetap menunggumu. Kami merencanakan semua ini agar kamu mengerti betapa aku mencintaimu..” jelasnya “Aku mencintaimu Vhe, sangat mencintaimu..”? maukah kamu menjadi pelabuhan terakhirku?” dengan mantap kulamar dia Dia hanya mengangguk. Hatiku bahagia, aku tak akan melepasnya lagi, tak akan melakukan kesalahan untuk yang kesekian kalinya. Dia sudah ada dihadapanku. Aku kan menjadikannya yang terakhir untukku. Membawanya kebeabuhan terakhirku. Menjadikannya halal bagiku. Sungguh aku mencintaimu. Dan kini miliku seutuhnya, hanya miliku. --- THE END --- Biografi Penulis NAMA : NURFITRIA HARIYANI UMUR : 18 PENDIDIKAN : MAHASISWA UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA ASAL : LOMBOK, NTB source : puisi puisi cinta puisi galau puisi romantis jatuh cnta pacaran kata kata cinta cinta sejati kata kata gombal kata mutiara kata bijak mimpi mantan pacar ungkapkan perasaan playgirl puisi ibu imlek shin min chul pantun nasihat angry birds mobil esemka emotion facebook seribu pernak pernik ponsel android semarak 4 tahun hn community

Dikirim pada 18 Januari 2012 di Uncategories
Profile

“ Haji/Hajjah aan romadhoni ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Archive
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 14.573 kali


connect with ABATASA